Manajemen adalah suatu proses di mana seseorang dapat mengatur segala sesuatu yang dikerjakan oleh individu ataupun kelompok.
Fungsi manajemen
Perencanaan (Planning ) Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan
Fungsi Pengorganisasian (Organizing) Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.
Pengarahan (Directing / Leading ) Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal
Fungsi Pengendalian ( Controling ) Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.
Perkembangan dan Sejarah Konsep Manajemen
Secara umum perkembangan teori manajemen terbagi 4 yaitu :
1. Konsep Manajemen Ilmiah
Perkembangan konsep manajemen ilmiah lahir karena adanya kebutuhan untuk menaikkan produktivitas
(Nama Fredrik Taylor sering disebut Bapak manajemen ilmiah)
Inti manajemen ilmiah adalah :
- Mengganti cara tidak teratur dengan ilmu pengetahuan yang sistematik.
- Mengusahakan keharmonisan dalam gerakan kelompok.
- Mencapai kerjasama manusia, bukan individualisme.
- Menghasilkan output yang maksimal, bukan output yang terbatas.
- Mengembangkan pekerja sampai taraf setinggi-tingginya untuk kesejahteraan maksimum mereka sendiri.
2. Konsep Manajemen Klasik
Menurut Henry Fayol manajemen adalah sebuah kegiatan umum dari semua usaha manusia dalam bisnis, pemerintahan, dan rumah tangga.
Pada perusahaan ada 5 bidang kegiatan manajemen, yaitu teknis (produksi),
komersial (pemasaran), keamanan, akuntansi, dan manajerial.
Ada 14 prinsip umum manajemen klasik yang merupakan kebenaran universal yaitu:
- Pembagian kerja
- Otoritas
- Tata tertib
- Kesatuan komando
- Kesatuan arah
- Subordinasi kepentingan-kepentingan individu terhadap kepentingan umum
- Balas jasa
- Sentralisasi
- Rantai skalar / hirarki
- Tatanan
- Kesamaan
- Kemantapan para karyawan dalam pekerjaannya
- Inisiatif
- Semangat korps.
3. Konsep Manajemen Hubungan Manusiawi
Teori manajemen hubungan manusia adalah teori yang menggambarkan cara-cara bagaimana manajer berhubungan dengan bawahannya, yang dipelopori oleh Hawthorn studies, Elton Mayo, Fritz Roethlisberger, dan Hugo Munsterberg.
Hawthorn studies mengatakan bahwa yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan produktivitas adalah faktor perilaku manusia dan sosial. Pekerja akan bekerja lebih keras kalau mereka yakin bahwa supervisor memberi perhatian kepada mereka.
Menurut Hugo Munstenberg, produktifitas dapat ditingkatkan dengan 3 jalan :
- Menemukan orang yang terbaik.
- Menciptakan kondisi psikologis dan pekerjaan yang terbaik.
- Menggunakan pengaruh psikologis untuk mendorong karyawan.
Fungsi Pengantar Manajemen
Setelah memahami pengertian dari pengantar manajemen, maka selanjutnya adalah mengetahui fungsinya. Fungsi dari manajemen sendiri cukup banyak dan setiap ahli juga mengemukakan pendapatnya. Namun, secara keseluruhan fungsi tersebut antara lain:
1. Fungsi Perencanaan
Fungsi pertama dari manajemen adalah perencanaan, yaitu proses pengambilan keputusan yang menjadi dasar bagi kegiatan-kegiatan ekonomis serta efektif pada waktu atau masa mendatang. Sehingga strategi dalam mengatur agar organisasi mencapai tujuan perlu ditetapkan di masa awal.
Namun, penting untuk memiliki atau membentuk tujuan atau target terlebih dahulu. Target yang jelas akan memudahkan perencanaan untuk mengatur sumber daya yang ada sehingga bisa mencapainya dengan maksimal. Jika target tidak jelas, maka manajemen tidak dapat berjalan.
2. Fungsi Pengorganisasian
Fungsi kedua dari manajemen adalah pengorganisasian, yakni proses dalam menciptakan hubungan-hubungan antara fungsi personalisasi kepada faktor fisik agar aktivitas atau suatu kegiatan dapat dilaksanakan, disatukan, dan juga diarahkan untuk mencapai tujuan bersama.
Sehingga fungsi ini menjelaskan bahwa manajemen dapat membantu menghubungkan berbagai hal dan aspek. Sekaligus menghubungkan antara sumber daya satu dengan lainnya di suatu organisasi agar bisa digunakan untuk mencapai suatu tujuan yang sudah ditetapkan di awal.
3. Fungsi Pengarahan
Fungsi ketiga adalah sebagai pengarahan, yaitu berfungsi dalam menstimulir tindakan-tindakan agar benar-benar bisa dilaksanakan. Lewat fungsi ini, manajemen bisa membantu mengarahkan suatu tindakan dari sekelompok orang atau tim di dalam suatu organisasi (perusahaan). Supaya bisa melaksanakan hal-hal yang sudah direncanakan untuk mencapai suatu tujuan.
4. Fungsi Pengkorodinasian
Fungsi berikutnya di dalam materi pengantar manajemen adalah pengkorodinasian. Sesuai dengan namanya, manajemen juga berfungsi sebagai media untuk mengkoordinasikan semua aktivitas karyawan di suatu organisasi atau perusahaan.
Sehingga aktivitas yang dilakukan masing-masing karyawan bisa saling mendukung, selaras, dan berada di jalur yang sama untuk mencapai tujuan yang sama juga. Tanpa adanya koordinasi maka setiap karyawan akan bertindak sendiri-sendiri, sehingga tujuan perusahaan menjadi sulit untuk dicapai.
5. Fungsi Pengawasan
Fungsi berakhir dari manajemen atau pengantar manajemen adalah sebagai pengawasan. Manajemen ternyata juga memiliki fungsi untuk mengawasi jalannya kegiatan di suatu organisasi yang dilakukan oleh tim karyawan di dalamnya. Pengawasan ini epnting untuk mengetahui kienrjas masing-masing karyawan sudah baik atau belum.
Selain itu untuk memastikan setiap karyawan masih dalam kondisi di satu jalur yang sama. Dimana terdapat kesamaan visi dan misi, semua tindakan atau aktivitas yang dilakukan mengarah pada pencapaian tujuan bersama. Semua saling membahu dan mempercepat pencapaian tujuan tersebut.
Lewat manajemen yang baik, maka semua fungsi yang disebutkan di atas akan berjalan dengan baik pula. Sehingga membantu memaksimalkan ilmu dan seni manajemen itu sendiri dalam menopang perjalanan suatu organisasi atau perusahaan agar bisa bertahan dan juga bisa terus berkembang.
Adapun unsur-unsur pokok yang memastikan penerapan ilmu manajemen bisa maksimal adalah:
1. Manusia
Unsur pertama di dalam penerapan manajemen adalah manusia atau human dalam bahasa Inggris
2. Uang
Dalam materi pengantar manajemen unsur kedua dalam penerapannya adalah uang atau money. Unsur uang sama pentingnya dengan unsur manusia dalam menerapkan ilmu manajemen
3. Bahan
Unsur manajemen berikutnya adalah bahan atau materials. Material ini bisa diartikan pula sebagai bahan bak
4. Mesin
Unsur penting selanjutnya adalah machines atau mesin. Yaitu semua jenis alat atau mesin yang digunakan manusia untuk memudahkan suatu pekerjaan
5. Metode
Unsur selanjutnya dalam pelaksanaan materi pengantar manajemen adalah metode atau method. Metode merupakan suatu teknik atau strategi dan cara yang perlu ditempuh untuk membantu mengkoordinasikan semua sumber daya di dalam suatu organisasi
6. Pasar
Unsur penting terakhir di dalam ilmu manajemen adalah pasar atau market. Pasar menjadi tempat dimana barang dan jasa yang disediakan oleh perusahaan melalui proses yang panjang mendapatkan pembeli. Pasar yang jelas dan dalam kondisi sehat akan memastikan semua yang diproduksi laku terjuan.
Bidang Pengantar Manajemen
Manajemen selain memiliki banyak unsur, juga memiliki bidang, Adapun bidang-bidang tersebut adalah:
- Manajemen produksi.
- Manajemen pemasaran.
- Manajemen strategi.
- Manajemen sumber daya manusia.
- Manajemen teknologi informasi, dan juga
- Manajemen Keuangan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar